TAMAN PARA PECINTA
TAMAN PARA PECINTATAMAN PARA PECINTA

TAMAN PARA PECINTA

Rp 76.000
Rp 95.000
20% off
stock
Tersedia
Deskripsi Produk
Rating : 4.5/5
Berat : 0.5 KG
Kategori : Buku

SINOPSIS:

Banyak buku tentang cinta telah ditulis oleh para pengarang, baik yang bernilai sastra tinggi maupun yang berkualitas rendah. Namun buku yang ditulis oleh ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah (1292-1350 M) ini memiliki tempat khusus nan tinggi di belantara kitab cinta klasik.

Buku yang aslinya berjudul Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin ini sangat indah, dan layak diapresiasi sebagai sebuah buku sastera bernilai tinggi, bukan semata buku pengetahuan agama. Tanpa sungkan dengan statusnya sebagai seorang ahli fikih dan hadits terkemuka, Ibnu Qayyim dengan lancat bicara dan memperlihatkan kemampuannya yang tinggi di bidang syair, termasuk syair-syair percintaan karya para penyair Arab klasik.

Ibnu Qayyim mampu memotret realitas yang ada di masyarakat dalam kaitannya dengan cinta itu, seperti tentang para pecinta yang dimabuk cinta (‘isyq) oleh kekasih mereka. Tapi ia tetap menempatkan agama sebagai batas dalam hubungan antara manusia lain jenis itu.

Inti dari buku ini adalah sebuah pengajaran tentang nilai-nilai cinta yang agung dan suci, yang karenanya ‘cinta’ mesti dijauhkan dari syahwat yang terlarang, yang hanya akan merusak keagungan dan kesucian cinta itu sendiri. Ibnu Qayyim menawarkan konsep cinta ilahiyah, cinta yang berjalan di atas hukum-hukum Tuhan, bukan cinta rendahan kaum hedonis yang mencuri kata cinta guna menutupi syahwat binatang mereka.*

***

DAFTAR ISI:

PENDAHULUAN

BAB I : NAMA-NAMA CINTA

BAB II: PENGGUNAAN NAMA-NAMA CINTA DAN MAKNANYA

BAB III: KETERKAITAN NAMA-NAMA CINTA

BAB IV: ALAM ATAS DAN ALAM BAWAH DICIPTAKAN DENGAN CINTA DAN UNTUK CINTA
– Gerak hidup manusia
– Cinta adalah asal semua tindakan
– Kesempurnaan cinta adalah penghambaan
– Langit dan bumi tegak dengan keadilan
– Allah ciptakan sesuatu yang dibenci bagi sesuatu yang Dia cintai
– Tersingkapnya seluruh rahasia qadha’ dan qadar

BAB V: MOTIF-MOTIF CINTA DAN KETERIKATANNYA
– Cinta membutuhkan kesamaan dan kecocokan
– Ikatan cinta
– Hubungan antara cinta dan hubungan badan
– Benarkah hubungan badan melemahkan cinta?
– Apa yang mendorong cinta?

BAB VI: HUKUM MEMANDANG DAN BENCANA YANG DITIMBULKAN OLEHNYA
– Mengalihkan pandangan dari wanita yang bukan mahram
– Hukum memandang dengan sengaja
– Kapan pandangan mata dibolehkan?
– Manfaat menahan pandangan mata
– Pandangan mata karena kesalahan

BAB VII: PERSAINGAN ANTARA HATI DAN MATA
– Bahaya mata dan lidah
– Sanggahan mata
– Limpa menengahi pertengkaran hati dan mata

BAB VIII: SYUBHAT YANG DISEBARKAN OLEH ORANG YANG MEMBOLEHKAN MEMANDANG YANG TIDAK HALAL

BAB IX: JAWABAN TERHADAP ALASAN GOLONGAN PENYEBAR SYUBHAT
– Bantahan terhadap golongan pantheisme
– Pembelaan terhadap para ulama
– Hukum bagi wanita yang tidak menolak tangan yang menyentuhnya
– Fatwa dusta terhadap Ibnu Taimiyah
– Kaidah mengambil satu di antara dua kerusakan untuk menolak kerusakan yang lebih besar

BAB X: HAKIKAT MABUK CINTA (ISYQ), SIFAT-SIFATNYA, DAN PENDAPAT ORANG MENGENAINYA

BAB XI: MABUK CINTA (ISYQ), PILIHAN ATAU TAKDIR?
– Kondisi para pemabuk cinta
– Doa untuk orang-orang yang dimabuk cinta
– Prinsip dan penyebab mabuk cinta

BAB XII: HAKIKAT MABUK
– Sebab-sebab mabuk

BAB XIII: NIKMATNYA CINTA
– Mencari kenikmatan yang baik dan tidak baik
– Kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah
– Derita dahsyat akibat kehilangan kekasih
– Kenikmatan semua
– Kenikmatan batil berakibat buruk bagi pelakunya
– Dispensasi bagi wanita dan anak-anak untuk bermain
– Macam-macam kenikmatan
– Membersihkan karat dalam hati
– Merasa nikmat dengan cintanya

BAB XIV: PARA PEMUJI CINTA
– Kisah-kisah cinta sepanjang sejarah
– Keistimewaan dan keutamaan cinta
– Hadits batil mengenai cinta

BAB XV: PARA PENCELA CINTA
– Kisah-kisah fitnah (bencana) dan jenisnya
– Fitnah (bencana) dari wanita

BAB XVI: MENENGAHI DUA GOLONGAN
– Manisnya iman dalam cinta kepada Allah dan Rasul-Nya

BAB XVII: MEMILIH JALAN YANG DICINTAI ALLAH DAN RASUL-NYA

BAB XVIII: OBAT UNTUK PARA PECINTA ADALAH HUBUNGAN YANG HALAL
– Kisah-kisah keperkasaan
– Anjuran menikah dan larangan membujang
– Bersetubuh adalah hak seorang wanita kepada suaminya
– Anjuran bersetubuh dari Rasulullah

BAB XIX: KEUTAMAAN KEINDAHAN DAN KECENDERUNGAN JIWA KEPADANYA
– Nikmat keindahan lahir
– Nikmat keindahan batin
– Keindahan lahir batin adalah dakwah nabi
– Rendahnya kesabaran saat memandang wajah rupawan
– Hakikat keindahan sejati
– Sifat-sifat bidadari surga menurut Al-Qur’an
– Sifat-sifat bidadari surga menurut hadits Nabi
– Nikmatnya berhubungan badan dengan wanita penghuni surga

BAB XX: CIRI-CIRI CINTA
– Para pengikut setan
– Jiwa yang mirip binatang
– Dua Puluh Ciri Cinta

BAB XXI: CINTA MENUNTUT PENUNGGALAN KEKASIH DALAM CINTA, DAN TIDAK MEMADUNYA DENGAN LAINNYA

BAB XXII: KECEMBURUAN PARA PECINTA TERHADAP KEKASIH MEREKA
– Kecemburuan Rasulullah
– Kecemburuan Aisyah
– Kecemburuan para sahabat
– Kecemburuan Allah terhadap hamba-Nya
– Kecemburuan terhadap ilmu yang mendalam
– Kecemburuan kepada Allah yang keliru
– Tingkatan cemburu

BAB XXIII: MENJAGA KESUCIAN (IFFAH)
– Kisah Nabi Yusuf menjaga kesuciannya
– Kisah orang-orang yang menjaga kesucian
– Bangga menjaga kesucian diri

BAB XXIV: AKIBAT MELANGGAR JALAN TERLARANG
– Zina yang paling berat
– Dampak besar zina
– Perbuatan homoseksual (liwath)
– Hukum melakukan perbuatan mesum bersama mahram

BAB XXV: KISAH PARA PECINTA DAN SYAFA’AT KEPADA KEKASIH
– Makna syafa’at
– Larangan menikahkan secara paksa
– Kisah-kisah pecinta dan syafa’at yang diperoleh

BAB XXVI: MENINGGALKAN YANG HARAM DAN MENGGANTINYA DENGAN YANG HALAL
– Sendi seluruh perkara adalah berharap pada Allah
– Empat musim untuk orang mukmin
– Ancaman untuk yang mengikuti hawa nafsu
– Modal hidup utama seorang hamba
– Tanda-tanda mengenal Allah
– Tanda-tanda cinta sejati
– Pohon cinta
– Orang yang saling mencintai
– Beritahukan cintamu
– Cinta Allah menyelematkan dari azab
– Kesabaran para pecinta
– Hasil dari perbuatan baik dan buruk
– Balasan tergantung dari jenis perbuatan

BAB XXVII: MENINGGALKAN YANG HARAM, DAN GANTI YANG LEBIH BAIK DARI ALLAH
– Pernikahan adalah solusi yang aman
– Balasan bagi orang yang takut kepada Tuhan
– Hasil tobat yang benar

BAB XXVIII: ORANG YANG MENGUTAMAKAN DERITA DI DUNIA DARIPADA HUBUNGAN YANG HARAM

BAB XXIX: HAWA NAFSU YANG TERCELA

Tags:

Pernah Dilihat

Tidak ada produk berkaitan.

Tidak ada produk popular.